Senin, 31 Oktober 2011

WAHAI IBUNDA


Bismillahirrahmanirrahim ~Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh... 
¤¤¤ WAHAI IBUNDA ¤¤¤ 
Aku akan kembali wahai ibunda ... Untuk mencium keningmu yang suci ... Aku akan menumpahkan seluruh kerinduan aku akan hirup wanginya tangan kananmu ... Aku akan menghamparkan pipiku di pasir di kedua kakimu, jika bertemu denganmu ibunda ... Aku akan membasahi tanah dengan air mataku karena gembira bertemu denganmu ibunda ... Betapa sering engkau terjaga dari tidur malam agar aku tidur dengan pulas menutup pelupuk mataku ... Betapa sering lehermu kering kehausan untuk bisa menghilangkan dahagaku dengan kelembutan dan kasih sayangmu ... Disaat aku sakit ... tidak akan aku lupakan air matamu yang mengalir seperti derasnya hujan ... tidak aku lupakan matamu yang bergadang menahan kantuk karena mengkhawatirkan aku ... Hari itu dimana kita berpisah pagi hari ... sungguh pagi yang sangat menyedihkan bagiku ... Kata-kata tak mampu mengungkapkan kesedihanmu karena kepergianku ... Dan engkau mengutarakan suatu perkataan kepadaku yang selalu ku ingat sepanjang kehidupanku :

KETIKA CINTA TIDAK HARUS SELALU BERBENTUK BUNGA


Aku mencintai suamiku karena sifatnya yang apa adanya dan begitu menyukai perasaan aman dan tentram yang muncul di hati ketika bersanding dengannya. Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa perkawinan, harus aku akui bahwa mulai timbul rasa bosan dan lelah dengan kehidupan berumahtangga dengannya dan alasan-alasan mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang sesuatu yang menjemukan.


Aku seorang wanita yang berjiwa sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Aku merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan belaian. Tetapi semua itu tidak lagi aku peroleh. Suamiku kini jauh berbeda dari apa yang aku harapkan dulu. Rasa sensitifnya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam perkawinan kami telah memusnahkan semua harapan tentang kehidupan cinta yang ideal.

Minggu, 30 Oktober 2011



CINTA ADALAH FITRAH YANG SUCI

Cinta seorang laki-laki kepada wanita dan cinta wanita kepada laki-laki adalah perasaan yang manusiawi yang bersumber dari
fitrah yang diciptakan Allah SWT di dalam jiwa manusia , yaitu kecenderungan kepada lawan jenisnya ketika telah mencapai
kematangan pikiran dan fisiknya.

"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri , supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya , dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih sayang .Sesungguhnya pada yang demikian itu benar- benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir (Ar Rum ayat 21)
Cinta pada dasarnya adalah bukanlah sesuatu yang kotor , karena kekotoran dan kesucian tergantung dari bingkainya.

Search